Jumat, 28 Oktober 2016

TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI DI SEKITAR KITA

                TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI DI SEKITAR KITA

Teknologi informasi komunikasi adalah penggunaan alat-alat teknologi untuk mengelola sebuah informasi untuk kepentingan pribadi atau disebarkan kepada publik agar dapat diakses oleh orang lain.
Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi teknologi informasi dan komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21, TIK  masih terus mengalami berbagai perubahan dan perkembangannya.  
Teknologi informasi komunikasi di sekitar kita. Mau tak mau kita memakainya. Mau tak mau kita harus terhubung bersamanya. Mulai dari handphone. Bukankah handphone adalah dasar dari teknologi informasi komunikasi. Khusunya ponsel cerdas, tutsnya sudah sama dengan keyboard di laptop. Itulah sebabnya mengapa teknologi informasi komunikasi dihapuskan di Kurikulum 2013. Setiap anak dianggap sudah memiliki dasar-dasar komputer. Teknologi informasi komunikasi juga  berkaitan erat dengan bahasa Inggris  dan dianggap sebagai kemampuan dasar sama seperti membaca dan menulis sebagai kemampuan dasar di SMA.
Tak heran anak-anak lebih melek information tecnology atau teknologi informasi komunikasi daripada guru. Padahal seharusnya guru harus terlebih dahulu melek information tecnology  atau teknologi informasi komunikasi. Yang pertama mau tidak mau itu sudah menjadi kebutuhan anak-anak. Yang kedua tentu kebutuhan guru dalam mengajar.
Menurut Vernon A. Magnesen dalam Quantum Teaching, kita belajar 10% dari apa yang kita baca; 20% dari apa yang kita dengar; 30% dari apa yang kita lihat; 50% dari apa yang kita lihat dan dengar; 70% dari apa yang kita katakan; dan 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan. Jadi guru harus bisa memanfaatkan kelima alat indra anak sebagai jalur belajar.
Bahkan teori kecerdasan ganda Howard Gardner sangat membutuhkan teknologi untuk menfasilitasi setiap kecerdasan anak-anak yang berbeda di kelas. Kecerdasan narasi untuk siswa yang menikmati belajar melalui cerita. Kecerdasan numerik untuk siswa yang suka memilih angka dan pola. Kecerdasan logika untuk kemampuan berpikir deduktif dan induktif. Kecerdasan eksistensi untuk siswa yang ingin tahu tentang jenis pertanyaan mendasar. Kecerdasan kinestetik untuk siswa yang belajar dan berbuat. Kecerdasan estetik  untuk siswa yang terinspirasi oleh karya seni. Kecerdasan sosial untuk siswa yang senag berinteraksi.
Ada anak yang cerdas bahasa, maka guru dapat menerangkan dengan bahasa. Ada anak yang cerdas musik maka guru dapat menyisipkan musik dalam ppt dan tentunya guru harus belajar lagi bagaimana manambahkan musik dalam ppt-nya. Ada anak yang cerdas gambar atau grafis maka guru bisa berangkat dari gambar-gambar saat mulai menstimulasi anak. Ada yang cerdas kinestetik maka guru dapat memakai metode praktik  dalam latihannya.
Beberapa program yang dapat menfasilitasi setiap kecerdasan itu antara lain : 
Wordprocessing, desktop publishing, blogging dan email (linguistik).
Datahandling, memecahkan masalah, petualangan permainan, pemrograman - menggaruk (Logis)
Menggambar / paint program, 3D pemodelan perangkat lunak, robot lantai, penyu grafis [2] (Visual - Spasial)
 Podcasting, komposisi software - Garageband (Musical - aural)
Titk/ klik petualangan permainan, animasi (tubuh - kinestetik)
Program kerjasama, sosial jaringan - Club Penguin dll (Interpersonal)
  Blog pribadi - reflektif (Intrapersonal)

Selain membantu mengajar, teknologi juga dapat membantu guru dalam mengoreksi dan membuat nilai dengan cepat. Teknologi juga dapat membantu guru mengajar jarak jauh bila berhalangan hadir, misalnya dengan meninggalkan video camtasia. Dengan video ini guru tetap dapat menerangkan materi dan juga menuntun anak mengerjakan latihan. Tidak seperti selama ini, bila guru tidak hadir hanya meninggalkan catatan untuk disalin kembali pada anak-anak. Biasanya mereka akan menyalinnya di kamera handphone masing-masing.
Manfaat teknologi informasi komunikasi yang lain : Pengalaman saya sewaktu memulai Kurikulum 2013. Buku siswa masih dalam perjalanan sementara proses belajar mengajar tak punya waktu untuk menunggunya tiba. Maka saya mendownload buku siswa dari BSE. Selanjutnya soft copy itu saya sebar ke laptop siswa. Belajar dengan metode kelompok. Setiap kelompok wajib punya satu laptop supaya bisa membaca buku siswa tersebut.

Siswa per kelompok membaca soft copy Buku Siswa K13 
Sehubungan mendesaknya penggunaan TIK dalam pendidikan, maka guru wajib memiliki lima keerampilan dasar TIK, yaitu :  
1. Mampu mengoperasikan komputer. Standarnya mampu menghidupkan, mengoperasikan, dan mematikan  komputer dengan benar. Lebih jauh lagi mengerti hardware dan software komputer plus skill ilmu komputernya. 
2. Menguasai aplikasi perkantoran (Office), wordprocessor (word), spreadsheet (excel), presentations (powerpoint). Syukur-syukur mengerti aplikasi pengolah database semacam acces, dan lainya. 
3. Mengerti internet. Minimal akrab dengan situs pencarian seperti google, email, wiki, upload-download, dan pengetahuan internet standar lainya. Lebih bagus lagi mengerti blogging, dan situs e-learning lainya. 
4.  Mengerti manajerial data dikomputer. Standarnya mampu membuat folder, copy-paste. 
5. Memiliki pengetahuan standar mengenai software pendukung lainya, semacam winrar, pdf, player, dan lainya.

Masih banyak guru yang tidak bisa menggunakan laptop. Jangankan untuk menngunakan laptop, memilikinyapun masih banyak yang belum. Bahkan ada sebuah kabupaten, kepala dinasnya memaksa gurunya wajib membeli laptop khususnya yang baru pertama kali menerima dana sertifikasi maka langsung dipotongkan untuk membeli laptop tersebut.
Maka kepala sekolah dapat membuat latihan di sekolah misalnya memotivasi guru-guru TIK atau guru bidang studi lain yang memiliki  kemampuan dasar tersebut untuk mengajari guru-guru yang belum bisa yang biasanya guru-guru seperti ini adalah guru tua atau lebih halusnya lagi guru senior. Selain itu guru juga harus punya kemauan belajar sendiri. Bukankah pemerintah memberikan dana sertifikasi untuk meningkatkan profesionalisme guru. 

Guru dapat belajar mandiri membaca dan menerapkannya. Mungkin belum bisa, tapi bila sudah bisa akan menjadi biasa. Mungkin belum mengerti tetapi bila dipraktikan akan mengerti. Sama seperti kalimat Howard Gardner, “Engkau tidak akan mengerti teori itu jika tidak mempraktikannya dan mempraktikkannya lagi".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar