Jumat, 28 Oktober 2016

TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI DI SEKITAR KITA

                TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI DI SEKITAR KITA

Teknologi informasi komunikasi adalah penggunaan alat-alat teknologi untuk mengelola sebuah informasi untuk kepentingan pribadi atau disebarkan kepada publik agar dapat diakses oleh orang lain.
Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi teknologi informasi dan komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21, TIK  masih terus mengalami berbagai perubahan dan perkembangannya.  
Teknologi informasi komunikasi di sekitar kita. Mau tak mau kita memakainya. Mau tak mau kita harus terhubung bersamanya. Mulai dari handphone. Bukankah handphone adalah dasar dari teknologi informasi komunikasi. Khusunya ponsel cerdas, tutsnya sudah sama dengan keyboard di laptop. Itulah sebabnya mengapa teknologi informasi komunikasi dihapuskan di Kurikulum 2013. Setiap anak dianggap sudah memiliki dasar-dasar komputer. Teknologi informasi komunikasi juga  berkaitan erat dengan bahasa Inggris  dan dianggap sebagai kemampuan dasar sama seperti membaca dan menulis sebagai kemampuan dasar di SMA.
Tak heran anak-anak lebih melek information tecnology atau teknologi informasi komunikasi daripada guru. Padahal seharusnya guru harus terlebih dahulu melek information tecnology  atau teknologi informasi komunikasi. Yang pertama mau tidak mau itu sudah menjadi kebutuhan anak-anak. Yang kedua tentu kebutuhan guru dalam mengajar.
Menurut Vernon A. Magnesen dalam Quantum Teaching, kita belajar 10% dari apa yang kita baca; 20% dari apa yang kita dengar; 30% dari apa yang kita lihat; 50% dari apa yang kita lihat dan dengar; 70% dari apa yang kita katakan; dan 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan. Jadi guru harus bisa memanfaatkan kelima alat indra anak sebagai jalur belajar.
Bahkan teori kecerdasan ganda Howard Gardner sangat membutuhkan teknologi untuk menfasilitasi setiap kecerdasan anak-anak yang berbeda di kelas. Kecerdasan narasi untuk siswa yang menikmati belajar melalui cerita. Kecerdasan numerik untuk siswa yang suka memilih angka dan pola. Kecerdasan logika untuk kemampuan berpikir deduktif dan induktif. Kecerdasan eksistensi untuk siswa yang ingin tahu tentang jenis pertanyaan mendasar. Kecerdasan kinestetik untuk siswa yang belajar dan berbuat. Kecerdasan estetik  untuk siswa yang terinspirasi oleh karya seni. Kecerdasan sosial untuk siswa yang senag berinteraksi.
Ada anak yang cerdas bahasa, maka guru dapat menerangkan dengan bahasa. Ada anak yang cerdas musik maka guru dapat menyisipkan musik dalam ppt dan tentunya guru harus belajar lagi bagaimana manambahkan musik dalam ppt-nya. Ada anak yang cerdas gambar atau grafis maka guru bisa berangkat dari gambar-gambar saat mulai menstimulasi anak. Ada yang cerdas kinestetik maka guru dapat memakai metode praktik  dalam latihannya.
Beberapa program yang dapat menfasilitasi setiap kecerdasan itu antara lain : 
Wordprocessing, desktop publishing, blogging dan email (linguistik).
Datahandling, memecahkan masalah, petualangan permainan, pemrograman - menggaruk (Logis)
Menggambar / paint program, 3D pemodelan perangkat lunak, robot lantai, penyu grafis [2] (Visual - Spasial)
 Podcasting, komposisi software - Garageband (Musical - aural)
Titk/ klik petualangan permainan, animasi (tubuh - kinestetik)
Program kerjasama, sosial jaringan - Club Penguin dll (Interpersonal)
  Blog pribadi - reflektif (Intrapersonal)

Selain membantu mengajar, teknologi juga dapat membantu guru dalam mengoreksi dan membuat nilai dengan cepat. Teknologi juga dapat membantu guru mengajar jarak jauh bila berhalangan hadir, misalnya dengan meninggalkan video camtasia. Dengan video ini guru tetap dapat menerangkan materi dan juga menuntun anak mengerjakan latihan. Tidak seperti selama ini, bila guru tidak hadir hanya meninggalkan catatan untuk disalin kembali pada anak-anak. Biasanya mereka akan menyalinnya di kamera handphone masing-masing.
Manfaat teknologi informasi komunikasi yang lain : Pengalaman saya sewaktu memulai Kurikulum 2013. Buku siswa masih dalam perjalanan sementara proses belajar mengajar tak punya waktu untuk menunggunya tiba. Maka saya mendownload buku siswa dari BSE. Selanjutnya soft copy itu saya sebar ke laptop siswa. Belajar dengan metode kelompok. Setiap kelompok wajib punya satu laptop supaya bisa membaca buku siswa tersebut.

Siswa per kelompok membaca soft copy Buku Siswa K13 
Sehubungan mendesaknya penggunaan TIK dalam pendidikan, maka guru wajib memiliki lima keerampilan dasar TIK, yaitu :  
1. Mampu mengoperasikan komputer. Standarnya mampu menghidupkan, mengoperasikan, dan mematikan  komputer dengan benar. Lebih jauh lagi mengerti hardware dan software komputer plus skill ilmu komputernya. 
2. Menguasai aplikasi perkantoran (Office), wordprocessor (word), spreadsheet (excel), presentations (powerpoint). Syukur-syukur mengerti aplikasi pengolah database semacam acces, dan lainya. 
3. Mengerti internet. Minimal akrab dengan situs pencarian seperti google, email, wiki, upload-download, dan pengetahuan internet standar lainya. Lebih bagus lagi mengerti blogging, dan situs e-learning lainya. 
4.  Mengerti manajerial data dikomputer. Standarnya mampu membuat folder, copy-paste. 
5. Memiliki pengetahuan standar mengenai software pendukung lainya, semacam winrar, pdf, player, dan lainya.

Masih banyak guru yang tidak bisa menggunakan laptop. Jangankan untuk menngunakan laptop, memilikinyapun masih banyak yang belum. Bahkan ada sebuah kabupaten, kepala dinasnya memaksa gurunya wajib membeli laptop khususnya yang baru pertama kali menerima dana sertifikasi maka langsung dipotongkan untuk membeli laptop tersebut.
Maka kepala sekolah dapat membuat latihan di sekolah misalnya memotivasi guru-guru TIK atau guru bidang studi lain yang memiliki  kemampuan dasar tersebut untuk mengajari guru-guru yang belum bisa yang biasanya guru-guru seperti ini adalah guru tua atau lebih halusnya lagi guru senior. Selain itu guru juga harus punya kemauan belajar sendiri. Bukankah pemerintah memberikan dana sertifikasi untuk meningkatkan profesionalisme guru. 

Guru dapat belajar mandiri membaca dan menerapkannya. Mungkin belum bisa, tapi bila sudah bisa akan menjadi biasa. Mungkin belum mengerti tetapi bila dipraktikan akan mengerti. Sama seperti kalimat Howard Gardner, “Engkau tidak akan mengerti teori itu jika tidak mempraktikannya dan mempraktikkannya lagi".

Selasa, 04 Oktober 2016

Mengajarkan Penulisan Daftar Pustaka di SMK

Mengajarkan Penulisan Daftar Pustaka di SMK
                                                            
Mengajarkan pelajaran  bahasa Indonesia bagi anak SMK merupakan hal yag menantang. Pelajaran bahasa Indonesia bukan ‘mata pelajaran’ bagi mereka, hanya selingan atau ‘korek-korek kuping’ dalam bahasa mereka. Pelajaran produktif itu yang utama, sementara pelajaran adaftif dan normatif hanya pelengkap saja.
Maka bersusah payahlah guru bahasa Indonesia menentramkan mereka selama 80 menit di kelas. Terlebih bila pelajaran ini diletakkan di les penghujung. Wah, bakalan tantangan luar biasa. Biasanya saya akan menunggu dua-tiga puluh menit sebelum mereka sampai di kelas. Memang jarak bengkel ke kelas memakan waktu 5-10 menit bila berjalan kaki. Tentu saja akan semakin lamban karena mereka berjalan berduyung-duyung disertai bau keringat dan lapar yang mendera.
Sekali waktu pernah  terjadi ‘bolos massal’. Maka segera saya menjemur mereka di lapangan sekolah dengan menghadirkan guru tamu untuk menghukum mereka. Mereka lebih respek  dengan kepala bengkel atau kepala program karena setiap hari mereka bertemu. Kuantitas jam produktif lebih banyak sehingga mengharuskan mereka sering bertemu.
Sebaiknya pelajaran adaftif atau normatif diletakkkan saja di awal pelajaran dan pelajaran produktif di penghujung hari demi  mengantisipasi hal di atas. Mereka akan tetap antusias karena sesuai minat mereka. Belum lagi kebutuhan fisik anak laki-laki (mayoritas bila di SMK Tehnik) aktif bergerak dan semua itu dapat disalurkan di bengkel kerja mereka. Hal ini memang belum pernah saya sampaikan ke pihak sekolah. Entahlah, mungkin karena belum pernah ada kesempatan dan semoga melalui tulisan ini menjadi kesempatan yang baik untuk menyuarakan semua ini.
Hal ini menjadi evaluasi bagi diri sendiri, mungkin pelajaran bahasa Indonesia belum  menjadi kebutuhan mereka. Andai sudah menjadi kebutuhan, mereka akan tetap antusias hadir di kelas. Maka mulai saya berkampanye bahwa pelajaran Bahasa Indonesia merupakan pelajaran wajib Ujian Nasional dan rapor. Bila tak lulus KKM, meski semua mata pelajaran produktif  lulus maka tidak akan naik kelas. Tampaknya belum mempan juga dengan ancaman UN. Toh, sudah menjadi rahasia umum bagaimana pelaksanaan UN selama ini. Toh, gurunya yang ujian. “Ibu guru saja yang belajar”,  pernah ada seorang siswa berceloteh demikian di luar sana. Ya, untuk ini memang, lagi-lagi guru tak berkuasa.
Hal inilah juga menurutku yang sangat memengaruhi motivasi guru dalam mengajar.  Hadir di kelas hanya untuk 24 jam sertifikasi, selebihnya tanpa ‘roh mendidik’. Bagaimana siswa menguasai kompetensi mata pelajaran, tanpa arah bahwa ilmu yang diajarkan seharusnya mengubah karakter mereka.  Wajar saja, jika siswa semakin berperilaku liar.
Maka tetaplah kerjakan apa yang menjadi bagian seorang guru,  meski apa pun yang terjadi di ‘atas’ sana. “Anak-anak, Ibu minta hatimu sepuluh menit saja ya.. sepuluh menit ini akan berati untuk tiga soal Ujian Nasional. Ibu sudah survei, setidaknya tiga soal akan keluar hanya dari materi daftar pustaka ini saja”. Seruku dengan antusias mengawali pelajaran siang itu.

Maka tetaplah mengajar penuh gairah, anak-anak pun akan bergairah. Jadikan ruang kelas tempat yang menyenangkan. Mulai dari nama mereka. Misalnya,  “Joko Priono Tambunan (biasanya siswa akan tertawa karena Joko Priono si Jawa tidak mempunyai marga) menerbitkan sendiri  sebuah buku dengan  judul ‘Tips Menahlukkan Wanita’ sepuluh tahun yang akan datang” (Siswa juga akan tertawa karena si Joko terkenal banyak cewek), lanjutku sambil bercerita seraya menuliskan identitas buku tersebut di papan tulis.
Nama   pengarang                    : Joko Priono Tambunan
Tahun terbit                             : 2025
Judul buku                              : Tips Menaklukan Wanita
Kota terbit                               : Rantauprpaat
Penerbit                                   : Prionopress (press itu artinya penerbit ya)
Maka mulai masukkan hukum penulisan daftar pustaka, dan lagi-lagi tetap bercerita seraya menulis di papan tulis.
1.      Nama di balik, nama belakang diletakkan di depan (koma)
2.      Tahun (titik)
3.      Judul buku (titik)
4.      Kota terbit (titik dua)
5.      Penerbit (titik)
Tambunan, Joko Priono.2005.Tips Menahlukkan Wanita.Rantauprpat:Prionopress.
Begitu selanjutnya untuk dua pengarang, majalah atau internet. Tetap harus mengajak mereka terlibat dengan mencontohkan nama mereka dan judul-judul buku yang dekat dengan dunia mereka. Sebab sangat janggal bagi mereka nama Jerome S.Arcaro atau judul buku Pendidikan Berbasis Mutu. Parahnya buku teks atau buku pegangan memberi contoh nama pengarang dan judul buku yang asing bagi mereka.
Guru harus berusaha mengemas itu semua. Sedapat mungkin judul buku yang mewakili diri siswa itu sendiri dan tentu syaratnya sedikit banyak guru sudah mengenal mereka atau membaca kebiasaan mereka. Bukankah ini sebenarnya tugas mulia seorang guru, menjadikan kita guru sebagai orang tua kedua bagi mereka. Bukankah sebagai orang tua kita harus mengenal mereka?





Minggu, 19 Juni 2016

K13 (2013 ) VS K13 (2016)

http://www.slideshare.net/hotdiananababan/k13-2013-vs-k13-2016-hotdiana-nababanhttp://www.slideshare.net/hotdiananababan/k13-2013-vs-k13-2016-hotdiana-nababan

Contoh Proposal Kegiatan



PROPOSAL
PELATIHAN TIK
MODEL GURU PEMBELAJAR
DI SMK N 2 RANTAUUTARA





1.                  LATAR BELAKANG KEGIATAN PELATIHAN
 “Dalam kesempatan peringatan Hari Guru ini saya ingin mengajak Ibu dan Bapak Guru untuk sama-sama menunjukkan pada bangsa tercinta ini bahwa guru Indonesia adalah guru pembelajar,” ujar Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam sambutan pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2015 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Rabu (25/11). Maka lahirlah program Guru Pembelajar (GP) pasca-UKG 2015 lalu.        
Guru pembelajar adalah guru yang meneguhkan ikhtiarnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Pengembangan diri guru dan nasihat akan terus belajar bukanlah untuk pemerintah semata.  Ini juga bukan untuk kepala sekolah maupun dinas pendidikan juga. Namun hal ini semua untuk setiap pendidikan yang merupakan para pembelajar.
Program guru pembelajar menggunakan tiga metode yaitu :
1.      Model tatap muka (TM)
2.      Model daring atau online
3.      Model campuran (blended)


Guru tidak boleh hanya berpuas diri dengan menunggu program pemerintah.  Guru juga harus bisa mandiri demi peningkatan kompetensi profesionalismenya. Terlebih dengan isu pemecatan satu juta PNS ynag masih dalam kajian. Meskipun masih dalam wacana, guru harus benar-benar banyak belajar demi mengasah terus kompetensinya.
Khususnya kompetensi kemampuan dasar TIK yang sangat berperan penting dalam menunjang kompetensi pedagogik guru di kelas. Lima Keterampilan TIK yang harus dimiliki seorang guru itu antara lain :
1. Mampu mengoperasikan komputer. Standarnya mampu menghidupkan, mengoperasikan, dan mematikan komputer dengan benar. Lebih jauh lagi mengerti hardware dan software komputer plus skill ilmu komputernya.
2. Menguasai aplikasi perkantoran (Office), wordprocessor (word), spreadsheet (excel), oresentations (powerpoint). Syukur-syukur mengerti aplikasi pengolah database semacam acces, dan lainya.
3. Mengerti internet. Minimal akrab dengan situs pencarian seperti google, email, wiki, upload-download, dan pengetahuan internet standar lainya. Lebih bagus lagi mengerti blogging, dan situs e-learning lainya.
4.  Mengerti manajerial data dikomputer. Standarnya mampu membuat folder, copy-paste.
5. Memiliki pengetahuan standar mengenai software pendukung lainya, semacam winrar, pdf, player, dan lainya.
Faktanya masih banyak guru belum menguasai kemampuan dasar TIK di atas. Maka diperlukan pelatihan dasar kemampuan TIK di SMK N 2 Rantauprapat untuk membantu guru dalam peningkatan keterampilan dasar TIK mereka.

2.      TUJUAN DAN MANFAAT KEGIATAN PELATIHAN
Kegiatan pelatihan dasar TIK  yang   diselenggarakan bertujuan untuk :
1. Meningkatkan  keprofesionalan  guru  dalam hal penguasaan komputer;
2. Meningkatkan mutu  proses  pembelajaran  dan  proses  yang  terkait  yang  dilakukan  oleh  guru.




3. HASIL YANG DIHARAPKAN
Penguasaan keterampilan menggunakan komputer  dikategorikan  dalam  beberapa  bagian,  antara lain :
·         Pengolahan  dokumen, contoh:   Microsoft   Word
·         Pengolahan  data administrasi,  contoh: Microsoft Excel
·         Pembuatan media  pembelajaran,  contoh:  Microsoft  Power  point
·         Pengeksplorasian internet:  browsing, searching, email dan blogging.

4. METODE KEGIATAN PELATIHAN
Kegiatan pelatihan ini mengadaptasi model Guru Pembelajar seperti gambar di bawah ini.

Guru hanya akan dilatih sesuai kompetensi yang belum tuntas. Bila peserta tidak tuntas di kompetensi 2 dan 4 maka dia hanya mengikuti pelatihan kompetensi 2 dan 4. Pelaksanaan kegiatan tersebut dirinci sebagai berikut  :
1.        Jumlah guru dan tenaga kependidikan di SMK N 2 Rantauprapat  adalah
Kepala sekolah                                                            : 1
Tata usaha, bendahara dan operator sekolah              :  7
Guru adaftif                                                                : 4                               
Guru normatif                                                             : 33
Guru produktif                                                            : 26
Jumlah                                                                         : 71 peserta
Semua  guru dan tenaga kependidikan 71 orang tersebut akan menjadi peserta pelatihan. Peserta akan diberi kuisener mengenai keterampilan dasar TIK dan hasil kuisener di kelompokkan menjadi :
Kelas dasar 1 bila tidak tuntas kompetensi  dasar 1 maka wajib mengikuti kelas word
Kelas dasar 2 bila tidak tuntas kompetensi  dasar 2 maka wajib mengikuti kelas excel
Kelas dasar 3 bila tidak tuntas kompetensi  dasar 3 maka wajib mengikuti kelas power point
Kelas dasar 4 bila tidak tuntas kompetensi  dasar 4 maka wajib mengikuti kelas internet

2.  Pelatih adalah guru TIK SMK N 2 yang akan membuat pretest, modul dan postes serta penjelasan-penjelasan yang berkaitan dengan materi. Mereka adalah :
yaitu :
1. Darwanto
2. Sri Astuti
3. Ahmad Fauzi
4. Gong Sakti
3. Penjelasan  disertai langsung  dengan praktek pelatihan pengorganisasian windows, pengolahan  dokumen, administrasi pengolahan nilai dan pembuatan media pembelajaran sederhana    serta  memberikan  wawasan kepada peserta tentang pencarian informasi yang efektif dengan menggunakan tip dan trik pencarian dalam mesin pencari. Selain itu, eksplorasi situs Internet yang   dapat   digunakan   untuk   mendukung   pembelajaran   di  sekolah.
4. Praktek akan didampingi tutor sebaya oleh guru. Misalnya guru yang sudah tuntas di kompetensi dasar satu akan mendampingi guru yang belum tuntas di kompetensi dasar satu. Guru yang sudah tuntas di kompetensi dasar dua akan mendampingi guru yang belum tuntas di kompetensi dasar dua dan begitu seterusnya.
5)      Pada akhir pelatihan,  diedarkan  angket  evaluasi  untuk mengetahui  sudah tuntaskah kompetensi yang dilatihkan pada mereka
6. Materi pelatihan
Secara garis besar pelaksanaan pelatihan adalah,
Pertama, sesi materi  optimalisasi  fitur  Microsoft  Word  untuk  pendukung proses pembelajaran, peserta pelatihan diajak untuk mengeksplorasi fasilitas menu-menu utama dalam pengetikan dan pengeditan naskan dokumen, pengetikan surat dan laporan dalam bentuk tabel sederhana, serta latihan pengetikan naskah untuk soal ujian paper-based.
Kedua adalah sesi materi pengolahan  data administrasi  menggunakan  Microsoft  Excel yang digunakan untuk mengeksplorasi cara memasukkan data nilai siswa, menjumlah, mencari  rata-rata,  membuat  ranking  nilai  dan  menggunakan  fungsi  referensi vlookup  dan hlookup untuk  memaksimalkan  pembuatan laporan hasil belajar siswa dengan menggunakan tabel yang telah dibuat serta melakukan rekapitulasi data sebagai laporan akhir.
Ketiga adalah sesi pemanfaatan Microsoft Power Point sebagai sarana pembuatan media pembelajaran  di sekolah dasar diperkaya  dengan penyampaian  teknik mengatur background,  obyek  drawing,  pengaturan  4 kategori  animasi,  transisi  slide  dan pemanfaatan trigger dan hyperlink.
Keempat adalah sesi eksplorasi internet. Berbagai  tip dan trik menggunakan  mesin pencari di internet seperti Yahoo.com dan Google.com untuk  pencarian  informasi  sumber  belajar  yang  dapat  dimanfaatkan  dan dieksploritasi oleh guru-guru sekolah dasar guna mendukung proses pembelajaran di sekolah. Salah satunya adalah situs pembelajaran www.edukasi.net. Materi berikutnya adalah pengoperasian email dan blog yang dimulai dari proses pembuatan sampai pada penggunaan kedua fasilitas internet tersebut. 

5.      Jadwal Pelaksanaan Pelatihan TIK guru SMK N 2 Rantauprapat
No
Hari
Tempat
Waktu
Materi
Peserta
1
6 Agustus 2016

Aula SMK N 2 Rantauutara
08.00-11.00 WIB
Kompetensi Dasar 1 Word
Peserta yang tidak tuntas Kompetensi Dasar 1
2
13 Agustus 2016
Aula SMK N 2 Rantauutara
08.00-11.00 WIB
Kompetensi Dasar 2 Excel
Peserta yang tidak tuntas Kompetensi Dasar 2

3
20 Agustus 2016
Aula SMK N 2 Rantauutara
08.00-11.00 WIB
Kompetensi Dasar 3 Power Point
Peserta yang tidak tuntas Kompetensi Dasar 3
4
27 Agustus 2016
Aula SMK N 2 Rantauutara
08.00-11.00 WIB
Kompetensi Dasar 4 Internet
Peserta yang tidak tuntas Kompetensi Dasar 4








6.      Taksasi dana

No
Keterangan
Jumlah
1
Honor guru TIK (pembuatan pretest, pembuatan modul, pemateri, pembuatan postest) 4 @ 1.000.000
4.000.000
2
Pencetakan  modul 4x71x10.000
2.840.000
3
Snack 4x71x5000
1.420.000
4
Sertifikat 71x5000
   355.000
5
Sekretariatan
   200.000
6
Total
8.815.000

Sumber dana : Dana Pengembangan Guru BOS
7.      PANITIA
NO
SEKSI
NAMA
JABATAN
1
Pelindung
Kesmar Panjaitan, S.Pd.
Kepala Sekolah
2.
Penasehat
Amri Nasution, S.Pd
Wakasek Kurikulum
3
Ketua
Arman Saragih
Kepala Tata Usaha
4
Sekretaris

Hotdiana Nababan, S.S.
Guru Bahasa Indonesia
5
Bendahara
Usri Darwati
Bendahara sekolah
6
Pelatih
1. Darwanto
2. Sri Astuti
3. Ahmad Fauzi
4. Gong Sakti
Guru TIK

8.      PENUTUP
Diharapkan setelah pelatihan ini guru-guru SMK N  2 Rantauutara, bisa mengoperasikan komputer dengan lebih terampil dalam proses administrasi manajemen sekolah, sehingga tujuan yang hendak dicapai dalam mewujudkan visi dan misi sekolah bisa terlaksana dengan baik.
Selain itu dalam hal komputerisasi keperluan Guru untuk kepentingan sekolah, dapat juga digunakann untuk pengembangan keterampilan Bapak/Ibu Guru sendiri dalam proses peningkatan diri dan profesionalismenya serta persiapan pelaksanaan kurikulum 2013.

                                                                        Rantauprapat, Juni 2016
            Sekretaris Panitia                                            Ketua Panitia


            Hotdiana Nababan, S.S.                                 Arman Saragih

Mengetahui
Kepala Sekolah SMK N 2 Rantauutara

Kesmar Panjaitan, S.Pd.